Filosofi Olahraga Panah dari Azka Siswi SMP Shafiyyatul Amaliyyah

Filosofi Olahraga Panah dari Azka Siswi SMP Shafiyyatul Amaliyyah

Di kota Medan dan sekitarnya olahraga memanah cukup digandrungi sebagai hobi anak muda. Ada yang melakukannya sekedar sebagai hobi, mengisi waktu luang, ada pula yang belajar dengan serius menjadi atlet memanah.

Berkat film The Hunger Games dan film Indonesia 3 Srikandi ini pun begitu mudah ditemui di Kota Medan. Ada beberapa lokasi yang disiapkan untuk tempat memanah. Untuk biaya masuknya sangat terjangkau, sehingga gak bakal bikin kantong jebol, biayanya pas banget untuk kantong pelajar.

Sekarang di beberapa sekolah sudah menyiapkan kegiatan ekstrakulikuler memanah, salah satunya di Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) di Jalan Setia Budi No 191, Tj Rejo, Medan Sunggal, Kota Medan. Bukan hanya di sekolah di tempat umum juga banyak menyediakan area – area untuk memanah.

Apa sajakah yang harus dipersiapkan untuk mengikuti latihan memanah ini ? untuk melakukan olahraga memanah ini cukuplah menyiapkan busur, anak panah dan safety guard. Di sekolah – sekolah pelatihan memanah diberikan secara intensif.

Olah raga memanah ini bukan hanya digemari oleh lelaki saja tapi juga oleh perempuan. Salah satunya Azka Attifa Sayyidina Zeviansyah , siswa SMP Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) mengikuti ekstrakurikuler memanah untuk berlatih ketangkasan dan mengikuti sunnah rosul.

Menurutnya olah raga memanah adalah sebuah olah raga sunnah yang telah di contohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Jadi selain mendapatkan manfaat dari olah raga memanah ini maka juga bisa mendapatkan pahala juga.

Azka Attifa Sayyidina Zeviansyah menjelaskan sunnah yang dimaksudkan adalah olahraga-olahraga yang dilakukan nabi dan yang disebut Nabi Muhammad perlu untuk dipelajari.

Ada tiga olah raga yang dimaksud yaitu olah raga memanah, berkuda dan berenang.

Azka Attifa Sayyidina Zeviansyah biasanya melakukan latihan memanah di sekolah pada hari sabtu. Azka Attifa Sayyidina Zeviansyah memilih untuk melakukan latihan memanah di sekolah dengan bergabung ikut ekstrakulikuler memanah yang ada di sekolah.

Mengapa Azka Attifa Sayyidina Zeviansyah lebih memilih latihan memanah di sekolah karena jika berlatih di tempat lain harus bayar biaya pelatih, tempat dan juga fasilitas lainnya. Melakukan latihan memanah ini di sekolah sudah tersedia semua fasilitasnya, malah bikin nambah semangat karena ada banyak tema sebayanya, berbeda saat berada di tempat umum yang pastinya ada banyak macam kalangan dan yang lebih professional dari kita sehingga membuat rasa minder saat berlatih bersamanya.

Ia mengatakan bahwa sejak ia mengikuti kegiatan memanah ini ia lumayan bisa mengontrol emosional dan juga konsentrasinya serta melatih kesabaran sehari – hari.

Azka Attifa Sayyidina Zeviansyah menambahkan bahwa olah raga adalah suatu olah raga yang bermanfaat dalam berbagai segi bukan hanya dalam bentuk fisik saja, berupa otot tangan yang terbentuk tapi juga manfaat bathiniyah lainnya. Kelihatannya saat akan memanah hanya cukup menarik busur saja, padahal ketika sudah di praktekkan sendiri, betapa terasa keras dan juga butuh tenaga yang cukup ekstra.

Jual busur dan alat panah harga murah, kunjungi: http://master-archery.com/

Memanah adalah suatu bentuk olah raga yang mempunyai banyak manfaat dan sebaiknya memang sudah dikenalkan sejak kecil. Dengan mengenalkan olah raga ini sejak dini, maka ketertarikan akan olah raga yang disunnahkan nabi akan mulai muncul. Apalagi bagi Anda yang memang pada dasarnya menyukai olah raga yang banyak sekali manfaatnya, selain manfaat dhahir dan bathin juga bisa mendapatkan pahala karena telah menghidupkan sunnah nabi Muhammad Saw.